Thursday, March 4Dikelola oleh kawani.tv

“Fenomena Balad Karya” Bunga Yang Tumbuh Di Halaman Tetangga

Hajatan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada, semua kader partai yang masuk dalam struktural partai sudah seyogyanya mendukung pasangan yang diusung partainnya.

Dalam dunia Politik, pembangkangan kepada keputusan partai atau kebijakan partai sudah dianggap hal yang lumrah saat ini.    

Dukungan kepada pasangan yang diusung partainya bisa berasal dari kader tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Kecamatan, kelurahan dan desa ataupun tingkat RT sekalipun.

Namun dalam dunia politik kerap terjadi pembangkangan kader dengan tidak mendukung kader partainya yang maju sebagai kepala daerah dan malah mendukung pasangan lain yang diusung oleh partai lain.

Kondisi ini jelas dilematis baginya, karena ketika kader yang diusung partainya menang, otomatis ia akan dipecat oleh partainya secara tidak hormat.  

Akan tetapi jika lawan dari calon yang diusungnya  memenangkan Pilkada, minimal ia masih punya harapan untuk mengais rejeki buat pribadi atau kelompoknya. Karena ia berada dalam gerbong  pemenang Pilkada atau gerbong kekuasaan.     

Fenomena ini terjadi di Kabupaten Bogor, saat banyak elemen kader Partai Golkar mendirikan Tim Relawan Balad Karya pada tahun 2018.

Balad Karya yang dinahkodai Yudi Agus Soleh dkk pada Pilkada Kabupaten Bogor 2018 mendukung pasangan dari partai lain yang secara tidak langsung berhadapan dengan calon yang diusung Partai Golkar saat itu. Padahal, Partai Golkar adalah rumah politik dari para relawan Balad Karya hingga saat ini.     

Langkah Politik yang dilakukan relawan Balad Karya dengan mendukung pasangan dari partai lain benar benar tepat pada Pilklada 2018. Karena pasangan yang didukungnya itu akhirnya memenangkan Pilkada Kabupaten Bogor.

Saat ini Balad Karya,  walaupun semuanya berasal dari Partai Golkar, namun ia berada dalam gerbong kekuasaaan saat ini di Kabupaten Bogor.

Satu hal yang patut di puji dari relawan Balad Karya  pada  Pemiihan Legislatif baik tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional, mereka kembali memberikan dukungan nyata kepada semua caleg yang berasal dari Partai Golkar.      

Balad Karya di Kabupaten Bogor saat ini ibarat Bunga Yang Tumbuh di Halaman Tetangga. Namun, eksistensi dan loyalitas  Balad Karya  kepada Partai Golkar tak perlu di ragukan lagi.

Terbukti mereka loyal dan memberi dukungan kepada para caleg Partai Golkar di Pileg 2019 lalu.

Saat ini relawan  Balad Karya yang semuanya berasal dari Kader Partai Golkar kemungkinan bisa menjadi “ Play Maker“ lagi dalam Kontestasi Pemiihan Ketua Partai Golkar Kabupaten Bogor  yang akan dilakukan dalam waktu dekat.     

Walaupun tidak punya hak pilih dalam  Musda Partai Golkar Kabupaten Bogor,  para relawan Balad Karya  yang dulunya kader kader militan  Partai Golkar pasti akan ikut mewarnai jalannya Musda Partai Golkar Kabupaten Bogor .  

Keberadaan Balad Karya saat ini  semakin sexy. Siapapun pemenang Musda Partai Golkar nanti, tentunya mau tidak mau harus kembali merangkul relawan Balad Karya yang ada di 40 kecamatan dan di semua desa  seKabupaten Bogor.

Apalagi, jika Partai Golkar akan mengusung  calon yang akan dimajukan dalam Pilkada Kabupaten Bogor 2023 mendatang.

Tentunya, mau tidak mau Ketua Umum Partai Gokar Kabupaten Bogor harus bisa memindahkan Balad Karya untuk kembali  tumbuh di halaman rumah sendiri.      

Dalam rumus Politik di kancah Pilkada, kehilangan satu suara adalah hal yang haram dan tak boleh terjadi.  Apalagi jika hilangnya sampai ratusan atau ribuan suara yang berasal dari Kader Partainya sendiri.

Tinggalkan pesan

%d bloggers like this: