Thursday, March 4Dikelola oleh kawani.tv

Mahalnya Sebuah Prestise

SAAT ini 27 kota dan Kabupaten se Jawa Barat tengah mempersiapkan talenta atlet terbaiknya  dari semua cabang olahraga yang jadi bagian KONI masing masing untuk diterjunkan dalam perhelatan Porda Jabar 2022 mendatang di Tasuba (Tasikmalaya, Subang dan Bandung Barat)

Semua pengurus cabor dan KONI dari 27 Kota dan Kabupaten se Jabar tentunya berlomba untuk meraih prestasi tertinggi dalam perhelatan pesta olahraga empat tahunan di Jawa Barat.     

Sebelum menapaki Porda Jabar 2022 mendatang, ada beberapa cabang olahraga yang harus menggelar Babak Kualifikasi Porda Jabar 2022 dan akan  dilakukan pada tahun 2021 di beberapa tempat yang berbeda.

Lolos dari Babak Kualifikasi sesuai target  adalah kunci untuk mendekati raihan medali yang dicanangkan di Porda Jabar 2022 nanti.     

Prestasi dalam pentas olahraga tentunya akan sangat mengharumkan masing masing daerah. 

Tak heran jika saat ini banyak daerah yang sedang mengatur strategi untuk mendapatkan anggaran ideal yang akan digunakan untuk persiapan meraih prestasi dan prestise di ajang Porda Jabar 2022 nanti.      

Kepala daerah dan jajaran DPRD  di masing masing Kota dan Kabupate se Jabar tentunya harus satu visi, satu misi dengan jajaran KONI setempatnya.

Meraih prestasi olahraga itu sangat mahal dan membutuhkan proses yang lumayan panjang dan butuh dukungan full dan nyata dari kepala daerah  dan juga DPRD nya.    

Jangan sampai ada satu daerah yang mencanangkan  target yang lumayan tinggi dalam  raihan medali di Porda Jabar 2022 nanti.

Namun  KONI nya  tidak di dukung dengan anggaran yang maksimal atau rasional. Maka ini sama saja ibarat “Orang Botak Saling Menjambak Rambut “  (Pajenggut Jenggut jeung Nu Botak

Mulai saat ini semua kepala daerah harus berani jor joran dalam menggelontorkan anggaran untuk keolahragaan  dan mau memperhatikan nasib para atlet potensial emas, atlet lokal binaan, nasib para pelatih  memberikan uang insentif dari mulai awal 2021 hingga pelaksanaan Porda Jabar 2022 dan diberikan setiap bulan langsung ke rekening atlet masing masing.     

Uang insentif itu harus terpisah dari uang pembinaan atau kegiatan cabor nya masing masing. Hal ini tentunya akan berdampak  positif bagi pencapaian prestasi olahraga dalam satu daerah yang nantinya akan bermuara pada prestise daerah ataupun bisa mengangkat pamor kepala daerah masing masing.          

Apalagi jika kepala daerahnya pada tahun 2023 nanti akan ikut dalam kontestasi Pilkada langsung.  Hal ini pasti akan punya dampak yang nyata dan bisa mendongkrak suara dari elemen masyarakat olahraga.   

Jika ada kepala daerah yang tidak hobi olahraga atau sangat cuek untuk mengembangkan prestasi olahraga di daerahnya, maka  figur kepala daerah seperti ini harus jadi catatan masyarakat olahraga di daerahnya masing masing .       

Sekecil apapun anggaran yang diberikan kepada para atlet setiap bulan, ini akan punya makna positif  dan bisa menjadi lokomotif  pelecut motivasi para atlet untuk memberikan prestasi terbaik demi mengangkat prestise daerahnya.  

Namun, sekecil apapun anggaran untuk atlet jika di sunat oleh pengurusnya, maka ini akan jadi lembaran petaka dan masalah baru  di saat Porda Jabar 2022  baru akan terjadi di 2022 .

Tinggalkan pesan

%d bloggers like this: