Thursday, March 4Dikelola oleh kawani.tv

Pemimpin Bukan Penguasa

GAYA kepemimpinan seseorang baik dalam dunia politik, perusahaan, organisasi,  kelompok  ataupun lainnya, tentunya pasti akan mempunyai style yang berbeda beda .

Ada sosok pemimpin yang tegas, cuek atau masa bodo, ada yang gak mau peduli dan ada juga sosok pemimpin yang manja dan selalu memposisikan dirinya sebagai sosok yang harus dihormati.

Disamping itu ada juga karakter pemimpin yang terjebak dalam istilah “Asal Bos Senang“ walapun ia sering dibodohi atau dibohongi anak buahnya.  

Tak hanya itu, ada juga style pemimpin yang merasa paling berkuasa dan tak heran, pemimpin seperti ini kerap berkarakter sebagai Raja yang rakus akan kekuasaan dan selalu minta upeti atau jatah dari anak buahanya.      

Beragam style atau gaya pemimpin dalam menjalankan kehidupan berorganisasi baik di lingkungan swasta maupun pemerintahan  tentunya akan berbeda satu sama lain. Kondisi ini menunjukan tingkat kecerdasan sosok pemimpin dalam memahami atau memaknai arti kata “Pemimpin“

Jika seorang pemimpin tidak memahami posisi dan tupoksi dari kedudukannya sebagai orang nomor satu di dalam lembaga, organisasi, kelompok apapun atau sebagai orang nomor satu di wilayahnya baik itu RT atau RW dan seterusnya, maka boleh dikatakan pemimpin seperti ini bisa masuk dalam kategori pemimpin “Gagal  Paham“

Ketika seorang pemimpin sudah  masuk kategori gagal paham, secara psikologi bisa berpengaruh pada tata cara kepemimpinanya yang akan cenderung lebih memposisikan dirinya sebagai “Penguasa“ atau seenaknya saja dalam memimpinnya dan banyak melabrak aturan yang sudah baku.   

Padahal, makna kata pemimpin dan penguasa jelas berbeda. Walaupun seorang pemimpin itu punya kekuasaan, tapi ia tidak serta merta jadi penguasa yang bisa menghalalkan segala cara dan menabrak nabrak aturan, norma atau rambu-rambu yang ada.

Hal terpenting dan perlu digaris bawahi oleh sosok para  Pemimpin dimanapun ia memimpin, mereka harus sadar kalau dirinya bukanlah seorang “Penguasa“     

Dalam kontek ini, pemimpin yang saya maksud adalah seseorang atau figur yang mengemban tugas untuk memimpin satu lembaga atau organisasi resmi dalam pemerintahan, swasta ataupun di lingkungan akademik.  

Pemimpin biasanya bekerja dengan orang lain, punya anak buah, punya peran tanggung jawab dan harus bisa  mempertanggung jawabkan hasil dari pekerjaan yang dilakukannya dalam memimpin.

Tidaklah mudah jadi seorang pemimpin.  Figur pimpinan  yang bisa masuk dalam kategori pemimpin ideal adalah harus punya pengaruh kepada anak buahnya atau lingkungan kerja atau wilayahnya, punya jiwa dan rasa  bertanggung jawab terhadap pekerjaanya, dan berjiwa kepemimpinan.

Pemimpin harus punya sikap tegas, lugas dan cerdas dalam menyikapi persoalan yang terjadi di bawah, hingga bisa cepat tanggap  dalam menyikapi sebuah persoalan.   

Seorang pemimpin jangan mudah percaya pada bisikan para pembisik yang akhirnya terjebak pada sebuah kultur  pembusukan karakter.

Jika ada seorang pemimpin yang terbiasa menabrak aturan yang sudah baku. Maka sosok seperti  itu  belum bisa dikatakan sebagai pemimpin. Namun ia lebih pantas masuk kategori “Pemimpi“ karena belum pantas menyandang label Pemimpin.

Tinggalkan pesan

%d bloggers like this: